Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) menyelenggarakan webinar research expose tentang Tingkat Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) oleh Koperasi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Jajak pendapat diselenggarakan melibatkan 147 responden dari berbagai latar belakang seperti pengurus, pengawas, pengelola, dan karyawan koperasi.
“Laporan ini menyimpulkan bahwa mayoritas responden, sekitar 79%, sudah mengetahui tentang AI dan potensinya untuk mendukung operasional bisnis mereka. Namun, pengetahuan ini tidak sejalan dengan implementasi praktis. Sebesar 68-70% responden mengaku belum pernah menggunakan AI dalam operasional koperasi mereka”, terang Audito Aji Anugrah, Kepala Divisi Riset dan Manajemen Pengetahuan ICCI dalam paparannya. Ketimpangan ini disebabkan oleh minimnya pengalaman dan pelatihan. Lebih dari 60% responden belum pernah mengikuti pelatihan atau seminar tentang AI, yang membuat pemahaman mereka terbatas pada “tahu” tanpa memiliki keterampilan untuk memanfaatkannya.
Berdasarkan data, pemanfaatan AI yang ada masih sebatas pada fungsi-fungsi sederhana. Contohnya, responden lebih banyak menggunakan AI untuk diskusi dan menggali ide (60.54% pernah), menulis atau menerjemahkan naskah (51.70% pernah), dan membuat konten gambar (46.94% pernah). Di sisi lain, penggunaan AI untuk tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti mengelola data, membuat laporan, prediksi keuangan, dan pengambilan keputusan strategis, masih sangat rendah. Lebih dari 60% responden menyatakan mereka belum pernah memanfaatkan AI untuk fungsi-fungsi ini.
Kendala dan Rekomendasi
Alasan utama di balik rendahnya adopsi ini adalah kurangnya keterampilan teknis. Lebih dari 68% responden menyebut bahwa hambatan utama mereka adalah tidak tahu bagaimana cara menggunakan AI. Selain itu, laporan ini juga menyoroti bahwa manfaat nyata dari AI belum dirasakan oleh mayoritas responden. Lebih dari 50% responden merasa AI belum memberikan dampak signifikan dalam hal efisiensi operasional, penghematan waktu dan biaya, atau peningkatan kepuasan pelanggan.
Untuk mengatasi hambatan ini, ICCI memberikan beberapa rekomendasi strategis. Rekomendasi pertama adalah menyusun program literasi dan pelatihan AI terstruktur. Ekosistem pendukung seperti Kementerian Koperasi perlu mengembangkan kurikulum pelatihan praktis yang fokus pada penggunaan AI untuk tugas-tugas spesifik, seperti administrasi, pemasaran digital, dan laporan keuangan.
Selanjutnya, laporan ini menyarankan pengembangan use case spesifik untuk koperasi, seperti membuat chatbot untuk layanan anggota atau aplikasi untuk pencatatan SHU dan manajemen inventori. Hal ini bertujuan agar koperasi dapat melihat manfaat AI secara langsung dan relevan dengan operasional mereka. Selain itu, ICCI juga merekomendasikan
penguatan ekosistem kolaboratif yang melibatkan kerja sama antara koperasi, startup AI lokal, universitas, dan komunitas digital. Terakhir, laporan ini mengusulkan dokumentasi best practices dari koperasi pelopor yang sudah berhasil mengadopsi AI sebagai model bagi koperasi lain.
Jalan Menuju Transformasi Digital Koperasi
Laporan ini juga menyertakan “Peta Jalan Setahun Koperasi Mahir AI” sebagai panduan praktis. Peta jalan ini dibagi menjadi empat tahapan:
- Adopsi Awal (0-2 bulan): Berfokus pada penggunaan AI untuk tugas-tugas harian yang ringan, seperti diskusi dan menggali ide, menulis naskah, atau membuat konten gambar.
- Penguatan Operasional (3-5 bulan): Bertujuan mengurangi beban administrasi dengan memanfaatkan AI untuk input data, membuat laporan, dan notulensi rapat.
- Pemasaran dan Layanan Anggota (6-8 bulan): Meningkatkan kualitas layanan dan pemasaran dengan AI untuk strategi penjualan, konten media sosial, dan chatbot.
- Transformasi Strategis (9-12 bulan): Mengarahkan koperasi menjadi organisasi berbasis data dengan menggunakan AI untuk prediksi keuangan, analisis risiko, dan pengambilan keputusan strategis.
Secara keseluruhan, laporan ini memberikan gambaran yang jelas bahwa meski ada kesadaran, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh koperasi di Indonesia untuk mengadopsi AI secara efektif. Dukungan terstruktur dan kolaboratif dari berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat proses transformasi digital ini dan memastikan koperasi dapat bersaing di era digital. []
Post a comment