JAKARTA – Sebagai salah satu penyelenggara, Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), memandang Farmers’ Regeneration Summit bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk mengonsolidasikan arah regenerasi petani Indonesia berbasis kewirausahaan, inovasi, dan kelembagaan koperasi.
Kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta pada 22 Desember tersebut menjadi puncak dari program Petani Keren, sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Food and Agriculture Organization (FAO), dengan dukungan ICCI serta Perkumpulan Warga Muda. Program ini dirancang untuk menjawab dua tantangan struktural sekaligus: krisis regenerasi petani dan tingginya pengangguran usia muda.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan hampir 80 persen petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara sekitar separuh pengangguran berasal dari kelompok usia 15–29 tahun. Bagi ICCI, jurang ini hanya dapat dijembatani jika pertanian diposisikan ulang—bukan sekadar sebagai aktivitas subsisten, melainkan sebagai ruang wirausaha modern yang terhubung dengan pasar, teknologi, dan kelembagaan ekonomi yang kuat.
Dalam sambutannya, Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya, menegaskan bahwa regenerasi petani adalah isu lintas generasi dan lintas sektor, yang menuntut pendekatan kewirausahaan dan kepemimpinan inovatif. Perspektif ini sejalan dengan pandangan ICCI bahwa masa depan pertanian Indonesia bergantung pada kemampuan menghadirkan ekosistem usaha yang memungkinkan anak muda tumbuh sebagai agripreneur, bukan hanya sebagai tenaga kerja primer.
Selain peningkatan kapasitas pemuda di sepanjang rantai nilai pertanian, risalah kebijakan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membuka akses anak muda terhadap modal, lahan, serta penguatan koperasi. Program Petani Keren turut mengembangkan model pertanian cerdas dan semi-intensif di Jakarta dan Lampung sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai sistem pertanian inovatif yang berkelanjutan.
“Kami berharap dapat mempromosikan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda di sektor pertanian. Program Petani Keren telah mengubah persepsi peserta tentang citra petani tradisional, memungkinkan mereka untuk membayangkan diri mereka sebagai pengusaha dinamis dalam sektor pertanian modern,” ujar Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal.
Summit ini ditandai dengan peluncuran modul pembelajaran Petani Keren yang disusun berbasis kelompok usia. Kurikulum tersebut mencakup pemetaan keanekaragaman hayati dan permintaan pasar lokal, praktik pertanian ramah lingkungan berbasis teknologi, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dan pengembangan agribisnis. Hingga kini, modul tersebut telah dilatihkan kepada 100 pemuda usia 17–35 tahun di berbagai daerah, sebagian di antaranya telah memulai usaha pertanian secara mandiri.
Selain itu, diluncurkan pula adaptasi panduan Youth and United Nations Global Alliance untuk anak usia 7–17 tahun ke dalam bahasa Indonesia, dengan dukungan World Food Forum Indonesia. Bagi ICCI, pendekatan berjenjang ini penting untuk menanamkan literasi agripangan dan kewirausahaan sejak dini, sekaligus membangun kesinambungan regenerasi jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, FAO menyerahkan risalah kebijakan kepada Kemenpora sebagai masukan strategis dalam pengambilan keputusan terkait regenerasi petani dan agenda swasembada pangan. Dokumen tersebut menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk membuka akses pemuda terhadap modal, lahan, teknologi, dan—yang krusial—penguatan koperasi.
Di sinilah ICCI menempatkan perannya secara tegas. Melalui dialog kebijakan dan klinik pelatihan yang digelar dalam rangkaian summit, ICCI mendorong koperasi—termasuk koperasi multipihak—sebagai tulang punggung regenerasi petani. Koperasi dipandang bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi sebagai instrumen kolektif untuk memperkuat daya tawar, mengelola risiko, dan memastikan keberlanjutan usaha pertanian anak muda di sepanjang rantai nilai agripangan.
Sebagaimana disampaikan Ketua Komite Eksekutif ICCI, Firdaus Putra, HC., penguatan koperasi dan lembaga ekonomi merupakan kunci agar regenerasi petani tidak berhenti pada pelatihan individu, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem usaha yang tangguh. Klinik pelatihan dalam summit ini pun dirancang untuk memberi wawasan praktis kepada agripreneur muda mengenai model koperasi dan skema penggalangan dana yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Program Petani Keren melalui skema Technical Cooperation Programme (TCP) FAO dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, juga telah mengembangkan model pertanian cerdas, semi-intensif, dan permakultur di Jakarta dan Lampung. Model ini menjadi laboratorium hidup bagi anak muda untuk belajar langsung praktik pertanian inovatif yang berkelanjutan.
Bagi ICCI, Farmers’ Regeneration Summit menegaskan satu pesan utama: regenerasi petani bukan agenda sektoral, melainkan proyek kebangsaan yang menuntut orkestrasi kebijakan, inovasi, dan kelembagaan. Dengan menempatkan anak muda sebagai pelaku utama dan koperasi sebagai fondasi ekonomi, Indonesia tidak hanya menyiapkan petani masa depan, tetapi juga membangun sistem agripangan yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat. []
Liputan Media:
- https://lestari.kompas.com/read/2025/12/24/090611586/saat-anak-muda-diajak-kembali-ke-sawah-lewat-pendekatan-inovatif
- https://m.antaranews.com/amp/berita/5318140/kemenpora-fao-dorong-keterlibatan-anak-muda-dalam-sektor-pertanian
- https://en.tempo.co/read/2075449/fao-indonesia-promote-youth-led-agripreneurship-at-farmers-regeneration-summit
- https://nasional.sindonews.com/read/1659191/15/kemenpora-dan-fao-sepakati-pemberdayaan-anak-muda-1766470343?showpage=all
- https://www.tribunnews.com/bisnis/7770483/bps-sebut-80-persen-petani-berusia-di-atas-40-fao-dorong-regenerasi-petani-indonesia
- https://mediaindonesia.com/humaniora/843883/kemenpora-dan-fao-dorong-peran-anak-muda-di-sektor-pertanian
- https://www.jawapos.com/nasional/016995422/sektor-pertanian-butuh-regenerasi-kemenpora-ajak-anak-muda-jadi-petani-modern
- https://www.suara.com/lifestyle/2025/12/23/194945/dari-krisis-usia-petani-ke-peluang-baru-bagi-anak-muda-indonesia



Post a comment