Resiprokalitas Komunitas, Solusi Kerentanan Finansial Pekerja Informal
Oleh: Binandar D. Setiawan* Tan Malaka di bukunya Rencana Ekonomi Berjuang (1945), menulis ā…kalau begitu bukan saja mata pencaharian, atau alat penghasil yang mesti dimasyarakatkan lagi. Kehidupan sosial sendiri, bukankah mesti dimasyarakatkan pula. Bagaimana bisa diadakan rencana kalau tiap-tiap pembeli dan penghasil masih berdiri atas perseorangan?ā
Read moreMenyoal Klaim Fadli Zon Ihwal Margono Bapak Koperasi
Oleh: Firdaus Putra, HC. Ternyata pandangan Fadli Zon soal Margono Djojohadikusumo lebih layak menyandang gelar āBapak Koperasiā, tak hanya disampaikan pada Agustus 2025 kemarin. Di momen peluncuran dan bedah buku āMargono Djojohadikusumo, Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46ā karya Jimmy S Harianto dan HMU Kurniadi yang digelar Kompas Institute (9/8), ia mengatakan āMungkin lebih tepat Pak Margono disebut Bapak Koperasi tapi Bung Hatta Bapak Ekonomi Kerakyatanā.
Read moreApa dan Bagaimana Development Ladder Assessment (DLA)?
Development Ladder Assessment (DLA) untuk Perusahaan Koperasi adalah alat asesmen partisipatif untuk membangun kapasitas yang dikembangkan oleh Canadian Co-operative Association (CCA). Secara mendasar, DLA dirancang sebagai alat komprehensif untuk asesmen kebutuhan yang memungkinkan koperasi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, serta menentukan area aksi untuk pengembangan berkelanjutan. Alat ini berfungsi sebagai standar pengembangan koperasi yang dapat digunakan oleh perusahaan koperasi untuk mengukur diri mereka sendiri dalam upaya membangun dan memperkuat kapasitas dan kinerja. DLA bukan hanya alat evaluasi, tetapi juga alat untuk perencanaan dan manajemen yang mendukung pembangunan kapasitas mitra.
Read moreInformasi Pengumuman Lolos Seleksi Calon Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA)
Bapak/ Ibu Peserta Seleksi Wawancara TPA, Salam hangat, Panitia saat ini sedang mengolah hasil wawancara. Mohon Bapak/ Ibu calon Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA) yang sepekan terakhir diwawancara untuk bersabar menunggu. Kami akan sampaikan hasil seleksi wawancara pada hari Senin, 8 September 2025 melalui email dan nomor whatsapp masing-masing. Atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih. Selamat menikmati long weekend bersama keluarga tercinta di rumah. Jakarta, 5 September 2025 Hormat kami, Panitia
Read moreAdopsi AI oleh Koperasi, Temuan Riset: Tingginya Pengetahuan, Rendahnya Praktik
Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) menyelenggarakan webinar research expose tentang Tingkat Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) oleh Koperasi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Jajak pendapat diselenggarakan melibatkan 147 responden dari berbagai latar belakang seperti pengurus, pengawas, pengelola, dan karyawan koperasi.
Read morePengumuman Calon Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA) ICCI Lolos Seleksi Administrasi
Sampai tanggal 27 Agustus pukul 23.59 WIB, Panitia telah menerima 639 orang pelamar dari berbagai wilayah di Indonesia. Atas partisipasi dan antusiasmenya kami sampaikan banyak terimakasih. Di bawah ini adalah nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya untuk seleksi wawancara, sebagai berikut: No Nama Peserta 1 Rahmat Adi Santosa, S.Pd. 2 Atty Ismayanti 3 Arip Rahman, SP. 4 Nunu Rangga Walis, SP. 5 Restu Gunadi, SP. 6 Gilang Fauzi Dzikrillah, S.P., M.Si. 7 Akbar Khausyar SP. 8 Amanda Putri Lestari, SP. 9 Agung prasetio SP. 10 Paul Kasenda Sidabutar 11 Saiful, SE., MM. 12 Rayhan Ahmad Ghifari S.Agr MM. 13 Bir Ali, SP. 14 A.Khusnul Fauziah, SP. 15 Arfaid Mardatilla, SP. 16 Nurul Risky Amalia SP. 17 Susanti M, SP. 18 H. Firdaus, SP. 19 Rizki Kurniawan, SP., M.Sc. 20 Kuswoyo, SE., MM. 21 Muh Irfan, S.Hum. 22 Audito Aji Anugrah, SE., MM., Akt. 23 Bagus Setyawan, SP., MP. 24 Puguh Bintang Pamungkas, SP., MP. 25 Muliadi W 26 Fiman 27 Hamdani SE. 28 Alan Pakaya 29 Siti Yuliani, SP. 30 Andi Paelori A.Y SP. 31 Andalucia Nurdin 32 Ferdinand T.P. Assa 33 Muh Ilham Anugrah Bayu 34 Imroatul Chasanah, SP. 35 Agung Gumelar, S.Pt., M.Si. 36 Junaidi, S.Pi. 37 Julianus, SM. 38 Dzuliandari, S.Tr.P. 39 Wisnu Elman Bunaya, SP. 40 Qashiratuttarafi, SP. MSi. 41 Christofle Yosua Elia Tulung S.Pt. Keputusan Panitia di atas bersifat final. Jadwal wawancara akan diberitahukan Panitia melalui nomor kontak yang diberikan saat melamar. Demikian pengumuman ini disampaikan. Jakarta, 28 Agustus 2025 Salam hormat, Panitia Seleksi TPA ICCI
Read moreRekrutmen Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA) Tahun 2025
REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING AGRIBISNIS (TPA) | Pengembangan Korporasi Pertanian Berbasis Koperasi bertujuan untuk mendukung pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. A. Kualifikasi: Pendidikan minimal strata 1 (S1) bidang Agribisnis atau Manajemen Bisnis dari perguruan tinggi terakreditasi Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3.00 Memiliki pengalaman dalam pendampingan usaha dan/ atau menjalankan usaha agribisnis minimal 2 (dua) tahun Memiliki sertifikat kompetensi yang relevan akan menjadi nilai tambah Memiliki pengalaman dalam perkoperasian akan menjadi nilai tambah Memiliki kemampuan setidaknya mengoperasikan komputer, perangkat lunak berbasis MS Office dan Google Ecosystem B. Persyaratan:Ā Ijazah atau bukti keterangan lulus dan transkrip nilai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae) Sertifikat kompetensi yang relevan (bila ada) Menyusun bahan paparan minimal 7 (tujuh) slide dengan topik Strategi Pengembangan Koperasi Pertanian.Ā Kami menggunakan metode deteksi untuk pembatasan pemakaian AI dan pencegahan kegiatan plagiarisme. C. Benefit dan Masa Kontrak:Ā Kontrak kerja pendampingan selama 4 (empat) bulanĀ September-Desember 2025 dengan honorarium Rp7.000.000-Rp10.000.000/bulan.Ā Honor tersebut meliputi transportasi,Ā makan, komunikasi, biaya hidup dll (all in). Kontrak berpeluang diperpanjang sampaiĀ Juni 2027 berdasarkan hasil evaluasi. ICCI membuka kesempatan bagi Bapak/ Ibu menjadi Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA). TPA bekerja secara on site di wilayah program. Ketentuan dan pendaftaran dapat disimak di: https://bit.ly/TPAICCI. Pendaftaran dilaksanakan mulai 23 Agustus 2025. Batas pendaftaran pada 27 Agustus 2025 pukul 23.59 WIB. Kami tunggu partisipasi Bapak/ Ibu untuk sukseskan pengembangan korporasi pertanian berbasis koperasi!
Read moreMendesak Evidence-Based Policy Program Koperasi Desa Merah Putih
Oleh Dodi Faedlulloh* Pernyataan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi bahwa pembentukan 80 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan dengan āseparuh insting, separuh teknokrasiā, patut dikritisi. Hal itu merupakan pengakuan yang problematik dalam konteks tata kelola kebijakan publik yang seharusnya mengedepankan prinsip evidence-based policy (EBP).
Read moreICCI Bicara Peluang Koperasi Multipihak dalam Industri Ride Hailing dengan Kemenaker dan Kemenkop
Selasa (1/7) Firdaus Putra, HC., Ketua Komite Eksekutif ICCI diundang untuk berbagi pandangan dengan jajaran pimpinan tinggi utama dan madya Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi seputar model Koperasi Multipihak (KMP) dan peluangnya dalam industri ride hailing di Tanah Air. Diskusi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Menteri, Kementerian Ketenagakerjaan yang dihadiri oleh Dr. Ferry Juliantono (Wakil Menteri Koperasi), Ahmad Zabadi (Sekretaris Kementerian Koperasi), Cris Kuntadi (Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan), dan Prof. Dr. Sukro Muhab (Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan) serta pejabat Eselon 1 dan 2 dari kedua kementerian. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mengikuti sebagian diskusi di sesi akhir, selepas dari Upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Monas.
Read moreMerasionalkan Koperasi Desa Merah Putih, Inversi dan Visi
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi inklusif di Indonesia, namun menghadapi tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan ketergantungan pada bantuan pemerintah. Dalam webinar āSatu Desa Satu Koperasiā yang diselenggarakan SDGs Center UNDIP, pada 20 Juni 2025, Firdaus Putra, Ketua Komite Eksekutif ICCI, memaparkan dua strategi utama untuk merasionalkan KDMP: inversi pendekatan dan memperbesar visi.
Read more









